ASHANTY? Siapa dia? Dan repotnya, mengapa jejak rekam nama itu tak
pernah tertulis komplet di media apapun? Meski sudah pernah merilis
album, nama perempuan itu ternyata tak cukup banyak ditulis dengan baik,
benar dan detil. Yang ada hanya rilisan label tentang albumnya.
Ketika
Anang Hermansyah –duda pencetak duet itu—mengajaknya berkolaborasi
berduet dalam album Jodohku, barulah semua orang bertanya-tanya, siapa
sebenarnya sosok bernama Ashanty itu.
Tentu banyak yang
beranggapan, kesempatan duet dengan Anang adalah kesempatan mendongkrak
nama dan karier yang sudah dirintisnya sejak lama. Apalagi, nama mantan
suami Krisdayanti itu, masuk jaminan rating bagus di infotainment. Tapi
hanya itukah alasan Ashanty mau diajak duet?
Secara wawasan
musikal, Ashanty tentu tak mau dicap hanya mendompleng popularitas Anang
semata. “Saya ingin membuktikan, punya talenta dan wawasan musikal yang
tidak bisa dipandang remeh,” ujar cewek cantik berkulit bersih ini.
Ucapan
yang wajar. Tapi benarkah Ashanty punya kemampuan yang sebenarnya bisa
dibilang mumpuni dari sisi teknis musikal, vokal dan kemampuan
intelegensia?
MASA KECIL
Nama lengkapnya
Ashanty Siddik Hasnoputro, lahir sebagai bungsu dari 5 bersaudara, di
Jakarta 4 November 1984. Ayahnya bernama Prof. Soejahjo Hasnoputro,
berdarah Jawa dan ibunya Farida Siddik, berdarah Arab dan Perancis.
Kombinasi Jawa Arab Perancis inilah yang melahirkan Gangsar Sambodo,
Hambali Samudera, Amalia Handayani, dan Yusuf Khyber Hasnoputro –empat
orang kakaknya.
Tidak pernah ada ‘gejala’ bakal jadi penyanyi,
meski bakat menyanyinya sudah sejak kecil, karena dilarang oleh
orangtuanya. “Sejak kecil saya dilarang jadi penyanyi. Jadi, dari
sekolah meski banyak diikutkan dalam aktivitas ekstrakurikuler, tapi
kesenian dan menyanyi bukan bagian dari rutinitas saya,” kenang sarjana
sosial ini. Padahal, kenangnya, orangtuanya termasuk penggemar kesenian.
“Paling tidak mereka pendengar lagu-lagu musisi lawas. Dan mau tidak
mau, saya juga ikut mendengar kesukaan orangtua,” imbuhnya.
Beberapa
kali kesempatan lomba nyanyi, dilewatinya lantaran tidak pernah
mendapat ijin dari orangtuanya. “Selalu dialihkan dengan aktivitas di
sekolah. Tapi setiap ada pentas seni atau kesempatan nyanyi, saya selalu
maju,” kenang cewek yang di masa kuliah sempat ikut lomba debat tingkat
nasional.
Masa kecil yang dikenangnya adalah menyenangkan.
Opanya adalah diplomat, sementara ayahnya adalah staf ahli di UNICEF,
Lembaga internasional PBB untuk anak-anak. Hal itulah yang membuat
Ashanty dan kakak-kakaknya sering berpindah-pindah sekolah dan negara.
“Mungkin yang repot kakak-kakak saya, karena harus selalu pindah-pindah
sekolah. Kadang-kadang belum sempat akrab dengan teman di satu sekolah,
kita sudah pindah ke sekolah lain lagi.”
Beruntunglah, Ashanty
termasuk cewek yang senang belajar hal baru. Kesempatan berpindah-pindah
negara, membuatnya belajar banyak hal tentang budaya setempat. “Tidak
hanya negara besar, karena ayah saya sebagai perwakilan UNICEF kerapkali
mengajak saya mengunjungi negara-negara miskin,” imbuhnya. Kepekaan
itulah yang terasah dan membuatnya menjadi perempuan rendah hati. Negara
yang pernah ditiinggalinya antatara lain Srilanka, Nigeria, Amerika
Serikat, Thailand dan Belanda. CUkup beragam secara budaya.
Ashanty
sendiri tidak terlalu lama berkeliling dunia mengikuti ayahnya,
pasalnya beberapa tahun kemudian ayahnya pensiun dan kembali ke Jakarta.
“Senangnya, teman-teman yang akrab dengan saya jadi banyak, karena
tidak terlalu lama pindah,” tambah perempuan yang di SMA-nya sempat jadi
cheerleaders.
PERPISAHAN ORANGTUA
Sayangnya,
kedua orangtuanya harus berpisah justru ketika kembali ke Indonesia.
Ketika Ashanty masih sekolah. “Tapi kami anak-anaknya tidak pernah
kehilangan kasih sayang, karena kedua orangtua saya kerap saling
mengunjungi dan tetap bersahabat.”
Bercerita soal orangtuanya,
sang ayah ternyata pehobi lukis. “Dia sangat suka lukisan dan melukis
ketika senggang,” cerita Ashanty. Sedang ibunya, lantaran sering
berpindah-pindah sekolah di luarnegeri [lantaran opanya adalah
diplomat], memilih belajar piano. “Karena sekolah di sekolah Katolik,
ibu saya ikut paduan suara. Suaranya bagus, sayangnya hanya dijadikan
hobi saja,” cerita Ashanty tentang ibunya. Apakah bakat-bakat seni itu
yang turun ke darah Ashanty?
Balik ke Indonesia, Ashanty sekolah
di SD Lebak Bulus 02, SMP 85 Pondok Labu, SMA Harapan Ibu Pondok Indah
dan melanjutkan kulaih di Hubungan Internasional Universitas Paramadina.
“Karena awalnya saya diarahkan untuk jadi diplomat juga,” ujar mantan
None Favorit Jakarta Utara tahun 2001 ini kalem.
Ketika kelar
kuliah, awalnya orangtuanya menganjurkannya untuk masuk Departemen Luar
Negeri dan menjadi diplomat. “Tapi melihat keteguhan saya untuk jadi
penyanyi, akhirnya orangtua saya mendukung,” kenang cewek lajang yang
mengaku tidak terlalu jago main musik.
Ayahnya yang meninggal
setahun silam, adalah 'fans berat' Ashanty, ketika kerap tampil di
banyak acara televisi. "Papa saya bangga kok dengan anaknya, meski tidak
jadi diplomat," tuturnya lirik.
ASHANTY & KARIR
Karir
pemuja suara Ruth Sahanaya ini pun akhirnya terbentang. Tahun 2009
silam, album pertamanya Ashanty dirilis oleh salah satu label besar.
Awal perkenalannya dengan industri musik, dimulai ketika dia berkenalan
dengan Barry Djuhana (alm) anak dari Jan Djuhana, salah satu petinggi di
perusahaan rekaman terkenal di Indonesia. Ashanty akhirnya diberi
kesempatan untuk membuat single Aku Ingin Kamu, Kamu Ingin Dia, ciptaan
Yovie Widianto.
Album perdana Ashanty keluar sekitar bulan
Januari 2009, dan banyak mendapat dukungan dari beberapa musisi terkenal
seperti Bebi Romeo, Tohpati, Glenn Fredly, Dewiq dan masih banyak lagi.
Sayangnya,
meski lagunya cukup dikenal dan kerap diputar di radio, banyak orang
masih menerka-nerka, siapa sebenarnya Ashanty itu. Padahal pula,
penggemar Josh Stone dan Lionel Ritchie ini juga sempat jadi ikon ‘Chat
& Date’ di televisi. Tetap saja tidak banyak yang ngeh.
“Kadang-kadang sedih aja, orang tahu lagunya tapi tidak pernah tahu
kalau saya penyanyinya,” celetuknya sambil terkekeh kecil.
Sampai
akhirnya orang melihat potensi dan wawasan musikalnya. Orang itu
kebetulan bernama Anang Hermansyah yang mencari teman duet baru. “Aku
lihat dia pinter, punya visi musikal yang bagus dan bisa diarahkan
sebagai penyanyi yang baik dan benar,” ucap Anang menilai pasangan duet
terbarunya ini.
Impiannya sebagai penyanyi yang punya wawasan,
membuat Ashanty belajar banyak hal. “Saya ingin bisa membuat lagu
sendiri. Kemudian kelak kalau memungkinkan, bisa membuat konser tunggal
atau album berbahasa Inggris,” ucapnya ketika ditanya soal mimpi sebagai
penyanyi.
Ashanty & Kehidupan Artis
Risiko
menjadi artis di Indonesia adalah, bakal dibedah semua sisi
kehidupannya. Baik yang positif atau negative, kelak bakal jadi santapan
media. Siap? “Aku tahu itu bakal aku alamin juga. Sekarang pun aku
sudah merasakan pertanyaan-pertanyaan yang bersifat personal. Jadi mau
tidak mau aku harus siap,” tegas cewek yang pernah jadi finalis kover di
salah satu majalah remaja.
Meski begitu, Ashanty pun pernah
menangis ketika hal-hal yang memojokkan-nya keluar tanpa kebenaran
fakta. “Saya mencoba tegar, tapi isu-isu itu terlalu menyedihkan dan
membuat saya sedih,” ujarnya. Gosip apa ya?
Menyukai cowok yang
seiman, pintar dan bisa menerima apa adanya, Ashanty malah belum
memikirkan soal pendamping. “Saya masih ingin mengembangkan karir nyanyi
ini,” tegas cewek yang fasih berbahasa Inggris ini sambil tersenyum.
Tahun ini merupakan tahun gemilang bagi Ashanty. Karirnya di dunia hiburan bak roket yang melejit ke atas langit. Lihat saja, hampir semua layar kaca menampilkan wajah cantiknya bahkan kehidupan pribadinya pun kini terus menjadi sorotan publik.
Meski kehidupannya banyak terbongkar publik, namun nggak semua orang tahu detail mengenai jati diri Ashanty atau cewek yang memiliki nama lengkap Ashanty Siddik Hasnoputro. Cewek kelahiran Jakarta, 4 November, 1984 ini merupakan anak dari pasangan Prof. Soejahjo Hasnoputrodan Farida Siddikyang merupakan keturunan Arab-Perancis. Ashanty dibesarkan dalam keluarga yang cukup besar, ia adalah anak bungsu dari lima bersaudara.
Cewek lulusan Universitas Paramadina jurusan Ilmu Sosial ini pertama kali memulai karir dengan mengikuti beberapa kontes seperti pemilihan model remaja dan Abang-None Jakarta. Dari situlah kemudian berbagai tawaran iklan dan model menghampiri Ashanty.
Ashanty pernah merilis sebuah album solo perdana. Singlenya adalah Aku Ingin Kamu, Kamu Ingin Dia ciptaan Yovie Widianto. Ashanty lalu meluncurkan single kedua berjudul Dulu, yang merupakan ciptaan dari Dewiq. Berkat lagu inilah nama Ashanty bisa beredar di radio-radio atau TV Swasta di Indonesia. Saat ini single ketiga Ashanty sudah diputar dibeberapa radio Indonesia dan penggararapan video klip untuk single ketiga yang berjudul Bohong ciptaan Teguh Vagetoz.
Wajah cantik Ashanty pernah juga menjadi. ikon "Chat dan Tanggal", yang sering muncul di salah satu televisi swasta. Selain itu, ia juga pernah menjadi model video klip Hijau band yang berjudul Selalu Begitu. Nah, pada 2011, kepopuleran Ashanty mulai menanjak saat ia menerima tawaran duet bersama Anang Hermansyah dalam lagu berjudul Menentukan Hati dan Jodohku.
Sejalan dengan karirnya yang menjadi sorotan, ternyata kisah asmara Ashanty berhasil menyita perhatian publik lantaran ia terlibat cinta lokasi dengan pasangan duetnya, Anang Hermansyah. Kabarnya, hubungan Ashanty dan Anang yang sudah cukup serius ini akan berlanjut ke jenjang pernikahan, meskipun kedua sejoli ini belum juga menginformasikan tanggal pasti pernikahan mereka nanti.
Dibalik kisah percintaan Ashanty dan Anang yang berjalan mulus, ternyata pasangan ini kerap menghadapi kendala untuk menyatukan cinta mereka. Pasalnya, niatan mereka untuk menjadi pasangan suami istri yang sempat tertunda beberapa kali itu terjadi lantaran ada beberapa orang yang ingin menggagalkannya. Bahkan, kakak kandung Ashanty pun disebut-sebut sebagai salah satu orang yang tak merestui hubungan cinta mereka lantaran status Anang sebagai duda dua anak.
Meskipun begitu, Ashanty dan Anang tetap memperjuangkan cinta mereka menuju pernikahan. Rencananya, Ashanty akan segera dilamar Anang secara resmi pada tanggal 25 Februari 2012 di Hotel Shangrila. Namun, untuk tanggal pernikahannya Ashanty dan Anang masih ingin merahasiakannya.
Persatuan cinta mereka akan menjadi hal yang dinanti-nanti oleh keluarga dan fansnya. Terutama, kedua buah hati Anang yang sudah klop dengan Ashanty hingga memanggilnya dengan sebutan Bunda.
Ashanty bakal resmi melepas masa lajang setelah resmi menikah dengan Anang Hermansyah pada Sabtu, 12 Mei 2012 di Masjid Al Bina, Senayan, Jakarta Selatan.
Akad nikah dijadwalkan berlangsung sore hari sekitar pukul 15.30 WIB. Sementara resepsi bakal digelar di ballroom hotel Shangri-La, Jakarta Pusat pada 20 Mei 2012.
Sebelum melangsungkan pernikahan, Ashanty sempat menggelar pengajian dan ziarah ke makam ayahanda tercinta untuk meminta izin dan restu. Di situ, Ashanty menangis.
Kemudian setelah menikah nanti, Ashanty dan Anang berencana bulan madu di Tanah Suci sekaligus umroh bareng kedua belah pihak keluarga besar.